Jenis Perlombaan
|
Waktu
|
Tempat
|
Lomba Berpidato
|
10 Oktober 2013
Pukul
08.00—selesai
|
Gedung Serbaguna
FKIP Unsri Indralaya
|
Lomba Komik Strip
|
10 Oktober 2013
Pukul 08.00—selesai
|
Gedung Serbaguna
FKIP Unsri Indralaya
|
Lomba Stand Up Comedy
|
11 Oktober 2013
Pukul 08.00—selesai
|
Gedung Serbaguna
FKIP Unsri Indralaya
|
Lomba Menulis Cerpen
|
11 Oktober 2013
Pukul 08.00—selesai
|
Gedung Serbaguna
FKIP Unsri Indralaya
|
Lomba Baca Puisi
|
11 Oktober 2013
Pukul 08.00—selesai
|
Gedung Serbaguna
FKIP Unsri Indralaya
|
2. Memakai pakaian yang layak tampil
2. Lomba Komik Strip
3. Lomba Baca Puisi
1. Kerendahan Hati
2. Pahlawan Kehidupan
3. Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana
4. Menyesal
5. Syair Empat Kartu
4. Lomba Menulis Cerpen
|
PEMENANG DAN HADIAH LOMBA
v Penilaian dan penentuan pemenang dilakukan oleh juri. Keputusan
juri tidak dapat diganggu gugat
v Pemenang dari masing-masing lomba terdiri atas juara I, juara
II, dan juara III
v Pemenang lomba akan mendapat hadiah berupa piagam dan piala
Bingkisan dan lain-lain akan diberikan jika memungkinkan
(bergantung pada konfirmasi akhir pihak terkait.
|
Alamat sekretariat panitiaPanitia Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia 2013 HMPSBI FKIP Unsri Kampus FKIP Unsri, jalan Palembang-Prabumulih, Km 32, Inderalaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Pihak yang Dapat Dihubungi :
0856 9186 1011 (Aby Fatwa Negara/Ketua Pelaksana)
0852 7329 9810 (Fitriani/Sekretaris)
0823 7267 9697 (Tiffani Witharza/Bendahara)
Hari/Tanggal : Sabtu, 19 Oktober 2013
Pukul : 08.00 s.d selesai
Mahasiswa Rp. 60.000
Siswa Rp. 40.000
Chairil Anwar
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Kerendahan Hati
Taufik Ismail
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Pahlawan Kehidupan
Ku dengar kau berbicara
Ku rasakan kau merasakan
Sejuk terasa haluan kata – katamu
Menjadi sugesti pada diri kami
Hingga jiwa ini tak sanggup berlari
Menjauhi jalan hakiki
Hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
Itu jasa tentang pengabdian
Bukan jasa tentang perekonomian
Semangatmu menjadi penghidupan
Untuk kami menjalani kehidupan
Jadi haluan panutan
Kaulah pelita cahaya kehidupan
Sang pahlawan kehidupan
Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana
Gus Mus
Kau ini bagaimana..
Kau bilang aku merdeka kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berfikir Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bergeraklah Aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau waspadai
Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip Kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran Aku toleran kau bilang aku plin-plan
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku maju Aku maju kau serimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja Aku bekerja kau ganggu aku
Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu Langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana..
Aku kau suruh menghormati hukum, Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, Kau mencontohkan yang lain
Kau ini bagaimana...
Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, Kau ajak aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana...
Aku kau suruh membangun, Aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, Aku menabung kau menghabiskannya
Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku menggarap sawah, Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
Aku harus bagaimana...
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bis Showab
Kau ini bagaimana..
Aku kau suruh jujur, Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, Aku sabar kau injak tengkukku
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja kau merasa terganggu
Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah, Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana...
Kau bilang kritiklah, Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja
Kau ini bagaimana..
Aku bilang terserah kau, Kau tak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah aku, Kau memakiku
Kau ini bagaimana, Atau aku harus bagaimana...
Menyesal
Ali Hasjmi
Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju arah padang bakti.
Syair Empat Kartu Di Tangan
Taufiq Ismail
Ini bicara blak-blakan saja, bang
Buka kartu tampak tampang
Sehingga semua jelas membayang
Monoloyalitas kami
sebenarnya pada uang
Sudahlah, ka-bukaan saja kita bicara
Koyak tampak terkubak semua
Sehingga buat apa basi dan basa
Sila kami
Keuangan Yang Maha Esa
Jangan sungkan buat apa yah-payah
Analisa psikis toh cuma kwasi ilmiah
Tak usahlah sah-susah
Ideologiku begitu jelas
ideologi rupiah
Begini kawan, bila dadaku jalani pembedahan
Setiap jeroan berjajar kelihatan
Sehingga jelas sebagai keseluruhan
Asas tunggalku
memang keserakahan.
terimakasih, Salam Bahasa.
bekarya dengan sastra, berbudi dengan bahasa. :D









